Minggu, 22 Juli 2012

Tahun Pelajaran 2012/2013

Susunan Personil Tenaga Pengajar
SD Negeri 4 Pamuruyan Kecamatan Cibadak Kab. Sukabumi
Tahun Pelajaran 2012/2013




Nama                            : Abdul Rahman, S.Pd.
Tempat, Tgl Lahir          : Bandung, 04-02-1960
Jenis Kelamin                : Laki-Laki
NIP                              : 19600204 198204 1001
Kualifikasi Pendidikan    : S1/A4 (2005)
Jabatan                          : Kepala Sekolah
Status Pegawai              : PNS




Nama                             : Tatin Kartini, S.Pd.
Tempat, Tgl Lahir           : Sukabumi, 14-04-1963
Jenis Kelamin                 : Perempuan
NIP                               : 19630414 198305 2002
Kualifikasi Pendidikan    : S1/A4 (2008)
Jabatan                          : Guru Kelas V
Status Pegawai               : PNS


 

Nama                             : Ade Ready HK, S.Pd.
Tempat, Tgl Lahir           : Sukabumi, 10-10-1961
Jenis Kelamin                 : Laki-Laki
NIP                               : 19611010 198410 1002
Kualifikasi Pendidikan    : S1/A4 (2009)
Jabatan                          : Guru PJOK
Status Pegawai              : PNS



 Nama                            : Sri Wahyuni Puspasari, S.Pd.SD
Tempat, Tgl Lahir           : Cirebon, 17-04-1972
Jenis Kelamin                 : Perempuan
NIP                               : 19720417 199307 2001
Kualifikasi Pendidikan    : S1/A4 (2011)
Jabatan                          : Guru Kelas III
Status Pegawai               : PNS


 

Nama                             : Enden Rahmawati, S.Pd.
Tempat, Tgl Lahir           : Sukabumi, 12-03-1966
Jenis Kelamin                 : Perempuan
NIP                               : 19660312 200701 2001
Kualifikasi Pendidikan    : S1/A4 (2009)
Jabatan                          : Guru Kelas I, Guru PAI
Status Pegawai              : PNS





Nama                           : Tri Rohnawati Suparta, S.Pd.
Tempat, Tgl Lahir          : Sukabumi, 02-02-1973
Jenis Kelamin                : Perempuan
NIP                              : 19730202 200801 2002
Kualifikasi Pendidikan   : S1/A4 (2008)
Jabatan                         : Guru Kelas VI
Status Pegawai             : PNS



Nama                            : Ade Rosiawati, S.Pd.
Tempat, Tgl Lahir          : Sukabumi, 01-01-1984
Jenis Kelamin                : Perempuan
NUPTK                        : 44337626 63300112
Kualifikasi Pendidikan   : S1/A4 (2008)
Jabatan                         : Guru Kelas II.a
Status Pegawai             : SUKWAN/Honorer




Nama                             : Fitri Feryanti, S.Pd.I
Tempat, Tgl Lahir           : Sukabumi, 21-06-1978
Jenis Kelamin                 : Perempuan
NUPTK                         : 69537566 58300042
Kualifikasi Pendidikan    : S1/A4 (2002)
Jabatan                          : Guru Kelas II.b, Guru PAI
Status Pegawai               : SUKWAN/Honorer




Nama                             : H. Fajar Amri, S.Pd.I
Tempat, Tgl Lahir           : Jakarta,03-03-1989
Jenis Kelamin                 : Laki-Laki
NUPTK                        : 36357676 70110002
Kualifikasi Pendidikan    : S1/A4 (2012)
Jabatan                          : Guru Kelas IV, Guru PAI
Status Pegawai               : SUKWAN/Honorer

Sabtu, 21 Juli 2012

Moral Generasi Muda

Masalah Kehidupan Moral dan 
Agama Generasi Muda Dewasa Ini


Generasi muda, muda dalam arti yang luas, mecakup umur anak dan remaja, mulai dari lahir sampai mencapai kematangan dari segala segi (jasmani, rohani, sosial, budaya dan ekonomi). Mungkin dalam arti sempit atau yang populer dalam pandangan masyarakat ramai generasi muda adalah masa muda (remaja dan awal masa dewasa). untuk kepentingan perasaan ini saya akan menggunakan generasi muda dalam artinya yang luas, karena pembinaan kehidupan moral dan agama itu dimulai sejak si anak lahir, sampai mencapai kematangan pribadi, yaitu sampai akhir masa remaja dan permulaan masa dewasa.
Masalah pokok ini yang sangat menonjol dewasa ini, adalah kaburnya nilai-nilai di mata generasi muda. mereka dihadapkan kepada berbagai kontradiksi dan aneka ragam pengalaman moral, yang menyebabkan mereka bingung untuk memilih mana yang baik untuk usia remaja, terutama pada mereka yang hidup dikota-kota besar Indonesia, yang mencoba mengembangkan diri ke arah kehidupan yang disangka maju dan modern, dimana berkecamuk aneka ragam kebudayaan asing yang masuk seolah-olah tanpa saringan.
Sikap dewasa yang mengejar kemajuan lahiriah tanpa mengindahkan nilai-nilai moral yang bersumber kepada agama yang dianutnya, menyebabkan generasi muda kebingungan bergaul karena apa yang dipelajarinya di sekolah bertentangan dengan apa yang dialaminya dalam masyarakat, bahkan mungkin bertentangan dengan apa yang dilakukan oleh orangtuanya sendiri di rumah.
Kontradiksi yang terdapat dalam kehidupa generasi muda itu, menghambat pembinaan moralnya. Karena pembinaan moral itu terjalin dalam pembinaan pribadinya. Apabila faktor-faktor dan unsur-unsur yang membina membina itu bertentangan antara satu sama lain, maka akan goncanglah jiwa yang dibina terutama mereka yang sedang mengalami pertumbuhan dan perubahan cepat, yaitu pada usia remaja.
Kegoncangan jiwa, akibat kehilangan pegangan itu telah menimbulkan berbagai ekses, misalnya kenakalan remaja, penyalahgunaan narkotika, dan sebagainya.
Dalam pengalaman kami menghadapi remaja yang oleh orangtua atau gurunya dianggap nakal (memang melakukannya nakal, misalnya tidak mau belajar, menentang orangtua, mengganggu keamanan, merusak dan sebagainya) dan mereka yang telah menjadi korban dari  penyalahgunaan narkotika, terasa sekali bahwa yang terjadi sebenarnya adalah kegoncangan jiwa akibat tidak adanya menjadi pegangan dalam hidupnya. Nilai-nilai moral yang akan diambilnya menjadi pegangan, terasa kabur, terutama mereka yang hidup di kota besar dari keluarga yang kurang mengindahkan ajaran agama dan tidak memperhatikan pendidikan agama bagi anak-anaknya.

Referensi :
Zakiah Daradjat [Ilmu Jiwa Agama] 2002 Hal.152 - 154

Sabtu, 12 Maret 2011

Kuota Sertifikasi Guru 2011 Naik


Kuota sertifikasi guru untuk tahun 2011, dipastikan naik secara signifikan hingga sejumlah 361.855 orang. Kenaikan ini berarti melebihi 75 persen dari tahun sebelumnya yakni 200 ribu. Selain itu, ada penambahan jalur sertifikasi selain portofolio, yakni melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Menurut Rektor IKIP PGRI Semarang yang juga salah satu pelaksana sertifikasi guru, Muhdi SH MHum, seiring naiknya jumlah kuota, maka ada pengetatan persyaratan kelulusan bagi guru yang mengikuti sertifikasi melalui jalur portofolio.

“Sementara jalur PPG dikhususkan untuk para calon guru alias lulusan (sarjana) kependidikan. Syarat kelulusan jalur ini pun cukup ketat. Agar nantinya benar-benar tercetak guru profesional, sebagaiman tuntutan Undang-Undang Nomor 14/2005  tentang Guru dan Dosen,” katanya.

Seiring dengan naiknya kuota sertifikasi guru, tentu saja membuka peluang lebih besar bagi para guru untuk mengikuti sertifikasi. Terlebih, hingga kini guru yang tersertifikasi baru 23 persen dari jumlah total 2,7 juta guru yang terdata di Indonesia.

Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) yang diterapkan sejak 2006 dan diperuntukkan bagi guru yang tidak lolos portofolio, tutur dia, ada perubahan dengan memperbanyak workshop, subjek spesifik pedagogik, serta memperbaiki pelaksanaan pembelajaran (peer teaching).

“Saat ini, perguruan tinggi yang ditunjuk melaksanakan sertifikasi, sedang menyiapkan pelaksanaan, sambil menunggu Surat Keputusan dari Menteri Pendidikan Nasional. Diharapkan, SK tersebut segera turun, agar segera jelas juklaknya (petunjuk dan pelaksanaan),” ungkapnya, Selasa (14/12).

Pelaksanaan sertifikasi guru 2011 memang sengaja ada perubahan, termasuk membolehkan para calon guru mengikutinya. Hal ini menurut Muhdi, semata-mata untuk mencari bibit-bibit guru dari sumber yang lebih banyak dan lebih muda sehingga lebih enerjik dalam mendidik para siswa nantinya.

“Di samping itu, jika sertifikasi terus melalui portofolio, guru profesional yang tercetak pun berusia tua dan kurang bisa berdaya lebih lama,” tandasnya.

Dikatakan pula, dalam rangka peningkatan penyelenggaraan sertifikasi guru, maka konsorsium sertifikasi sedang berupaya merancang perubahan. Diantaranya, tidak harus seluruh peserta sertifikasi melalui portofolio, mengumpulkan dokumen untuk dinilai. Melainkan jika merasa nilai yang akan dikumpulkan tidak memenuhi poin 850, bisa langsung ikut PLPG.

Sumber: suaramerdeka.com

Kemdiknas Akui Kegagalan Mekanisme Penyaluran BOS

JAKARTA — Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) harus bekerja keras untuk mendesak pemerintah daerah (Pemda) agar secepatnya mencairkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Pasalnya, hinga saat ini masih sekitar 373 kabupaten/kota dari 497 kabupaten/kota yang belum mencairkan dana bos ke masing-masing sekolah.

Wakil Menteri Pendidikan Nasional (Wamendiknas) Fasli Jalal menilai mekanisme baru penyaluran dana BOS yang diterapkan pemerintah saat ini tidak semulus yang dibayangkan. “Masalah penyaluran BOS saat ini seharusnya hasilnya baik, karena kita memberikan otonomi kepada daerah untuk mengelola dana BOS di daerahnya. Akan tetapi pada kenyataannya, pelaksanaan penyaluran dana BOS ini menuai banyak masalah,” kata Fasli saat ditemui usai Simposium RSBI/SBI di Hotel Atlet Century, Jakarta Rabu (9/3).

Menurutnya, proses penyaluran dana BOS yang menggunakan mekanisme baru ini harus dikuatkan dengan regulasi yang mewajibkan Pemda untuk mempercepat penyalurannya. “Regulasi ini nantinya bisa berupa Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur tata kelola keuangan khusus penyaluran dana BOS ke masing-masing sekolah,” paparnya.

Sebelumnya, Plt. Dirjen Pendidikan Dasar Kemdiknas, Suyanto ketika ditemui JPNN di ruangannya, menyebut dua solusi untuk mengantisipasi keterlambatan penyaluran dana BOS. Alternatif pertama, kembali ke sistem sentralisasi, yaitu dana BOS dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) diserahkan kepada Kemdiknas, kemudian ditransfer kepada masing-masing sekolah di seluruh daerah di Indonesia.

Sedangkan alternatif kedua, diterbitkan regulasi berbentuk Peraturan Presiden (Perpres) ataupun Peraturan Pemerintah (PP) tentang percepatan penyaluran dana BOS. Di dalam PP ataupun Perpres tersebut nantinya akan diatur bahwa sekolah tidak perlu lagi menyusun Rencana Kegiatan Anggaran (RKA). Dengan demikian, dana BOS dapat lebih lebih cepat disalurkan ke daerah.

Sumber :

Senin, 31 Januari 2011

Jendral Soedirman


Jenderal Besar TNI Anumerta Soedirman (Ejaan Soewandi: Sudirman) (lahir di Bodas Karangjati, Purbalingga, Jawa Tengah, 24 Januari 1916 – meninggal di Magelang, Jawa Tengah, 29 Januari 1950 pada umur 34 tahun) adalah seorang pahlawan nasional Indonesia yang berjuang pada masa Revolusi Nasional Indonesia. Dalam sejarah perjuangan Republik Indonesia, ia dicatat sebagai Panglima dan Jenderal RI yang pertama dan termuda. Saat usia Soedirman 31 tahun ia telah menjadi seorang jenderal. Meski menderita sakit tuberkulosis paru-paru yang parah, ia tetap bergerilya dalam perang pembelaan kemerdekaan RI. Pada tahun 1950 ia wafat karena penyakit tuberkulosis tersebut dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara di Semaki, Yogyakarta.

Soedirman dibesarkan dalam lingkungan keluarga sederhana. Ayahnya, Karsid Kartowirodji, adalah seorang pekerja di Pabrik Gula Kalibagor, Banyumas, dan ibunya, Siyem, adalan keturunan Wedana Rembang. Soedirman sejak umur 8 bulan diangkat sebagai anak oleh R. Tjokrosoenaryo, seorang asisten Wedana Rembang yang masih merupakan saudara dari Siyem.

Soedirman memperoleh pendidikan formal dari Sekolah Taman Siswa. Kemudian ia melanjut ke HIK (sekolah guru) Muhammadiyah, Surakarta tapi tidak sampai tamat. Soedirman saat itu juga giat di organisasi Pramuka Hizbul Wathan. Setelah itu ia menjadi guru di sekolah HIS Muhammadiyah di Cilacap.

Ketika jaman pendudukan Jepang, ia masuk tentara Pembela Tanah Air (PETA) di Bogor di bawah pelatihan tentara Jepang.[1] Setelah menyelesaikan pendidikan di PETA, ia menjadi Komandan Batalyon di Kroya, Jawa Tengah. Kemudian ia menjadi Panglima Divisi V/Banyumas sesudah TKR terbentuk, dan akhirnya terpilih menjadi Panglima Angkatan Perang Republik Indonesia (Panglima TKR).

Soedirman dikenal oleh orang-orang di sekitarnya dengan pribadinya yang teguh pada prinsip dan keyakinan, dimana ia selalu mengedepankan kepentingan masyarakat banyak dan bangsa di atas kepentingan pribadinya, bahkan kesehatannya sendiri. Pribadinya tersebut ditulis dalam sebuah buku oleh Tjokropranolo, pengawal pribadinya semasa gerilya, sebagai seorang yang selalu konsisten dan konsekuen dalam membela kepentingan tanah air, bangsa, dan negara. [2]

Pada masa pendudukan Jepang ini, Soedirman pernah menjadi anggota Badan Pengurus Makanan Rakyat dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Karesidenan Banyumas. Dalam saat ini ia mendirikan koperasi untuk menolong rakyat dari bahaya kelaparan.

Sumber Data : http://id.wikipedia.org/wiki/Soedirman

Jumat, 21 Januari 2011

Prediksi Soal UASBN SD 2011


UASBN (Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional) ialah ujian nasional di tingkat SD yang diadakan setelah ujian SMA dan SMP. Soal UASBN dibuat oleh Dinas Pendidikan provinsi(75%) dan BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan)(25%). UASBN pertama kali diadakan 12 Mei 2008. Mata pelajaran yang diujikan hanya ada tiga, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA.UASBN dibagi 2 tahap tahap pertama ialah utama dan yang kedua ialah susulan bagi yang tidak ikut UASBN utama dapat ikut UASBN susulan. Peserta yang belum lulus UASBN dapat mengikutinya tahun depan.

Berikut ini Prediksi Soal UASBN SD Tahun 2011 :

Download Link :

Bahasa Indonesia

Matematika

IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)

Semoga Bermanfaat...

Kamis, 20 Januari 2011

BSE ( Buku Sekolah Elektronik )


Buku merupakan salah satu sarana penting dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Salah satu permasalahan perbukuan dalam era otonomi daerah dewasa ini adalah ketersediaan buku yang memenuhi standar nasional pendidikan dengan harga murah yang dapat dijangkau oleh masyarakat luas. Untuk mengatasi hal tersebut, Departemen Pendidikan Nasional telah membeli hak cipta buku teks pelajaran dari penulis/penerbit. Selanjutnya buku-buku tersebut disajikan dalam bentuk buku elektronik(ebook) dengan nama Buku Sekolah Elektronik (BSE).
Pada praktiknya, penyediaan buku ini mengalami banyak kendala di lapangan. Seperti belum adanya koneksi Internet, komputer, listrik, dst. Namun langkah yang dilakukan oleh Depdiknas ini bisa dikatakan sebagai terobosan.
BSE, baik dalam bentuk buku maupun rekaman cakram (CD/DVD) dapat digandakan dan diperdagangkan dengan ketentuan tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Nasional dan memenuhi syarat serta ketentuan yang berlaku.

Berikut ini adalah daftar mata pelajaran dalam Buku Sekolah Elektronik :

SD
  • Bahasa Indonesia
  • Ilmu Pengetahuan Alam
  • Ilmu Pengetahuan Sosial
  • Matematika
  • PKn
SMP
  • Bahasa Indonesia
  • Bahasa Inggris
  • Matematika
SMA
  • Bahasa Indonesia
  • Bahasa Inggris
  • Matematika
SMK 
  • Akomodasi Perhotelan
  • Biologi Pertanian
  • Budidaya Ikan
  • Fisika Non Teknologi
  • Ilmu Kesehatan
  • Ilmu Pengetahuan Alam
  • Ilmu Pengetahuan Sosial
  • Kimia Kesehatan
  • Tata Kecantikan Kulit
  • Teknik Otomasi Industri
Belakangan menyusul, atas inisiatif bersama Ristek, Depkominfo dan Diknas, bertambah lagi satu koleksi BSE yaitu BSE TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) untuk tingkat SMU.

Selain buku pelajaran sekolah, terdapat juga BSE Rujukan Bahasa yaitu:
  • Kamus Bahasa Indonesia
  • Tesaurus Bahasa Indonesi
 Download Buku Sekolah Eloketronik (BSE)
Klik Link dibawah ini :

Sabtu, 08 Januari 2011

KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan)

Pengertian KTSP
KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun, dikembangkan, dan dilaksanakan oleh setiap satuan pendidikan dengan memperhatikan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dikembangkan Badan Standar Nasional Pendidikan ( BSNP ).

Konsep Dasar KTSP
Dalam Standar Nasonal Pendidikan (SNP Pasal 1, ayat 15) dikemukakan bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. Penyusunan KTSP dilakukan oleh satuan pendidikan dengan memperhatikan dan berdasarkan standar kompetensi serta kompetensi dasar yang dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

KTSP disusun dan dikembangkan berdasarkan Undang-undagn No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 36 ayat 1), dan 2) sebagai berikut.
  1. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional  pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
  2. Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik.

Beberapa hal yang perlu dipahami dalam kaitannya dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) adalah sebagai berikut:
  • KTSP dikembangkan sesuai dengan kondisi satuan pendidikan, potensi dan karakteristik daerah, serta social budaya masyarakat setempat dan peserta didik.
  • Sekolah dan komite sekolah mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan, dibawah supervise dinas pendidikan kabupaten/kota, dan departemen agama yang bertanggungjawab di bidang pendidikan.
  • Kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk setiap program studi di perguruan tinggi dikembangkan dan ditetapkan oleh masing-masing perguruan tinggi dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan.

KTSP merupakan strategi pengembangan kurikulum untuk mewujudkan sekolah yang efektif, produktif, dan berprestasi. KTSP merupakan paradigma baru pengembangan kurikulum, yang otonomi luas pada setiap satuan pendidikan, dan pelibatan pendidikan masyarakat dalam rangka mengefektifkan proses belajar-mengajar di sekolah. Otonomi diberikan agar setiap satuan pendidikan dan sekolah meiliki keleluasaan dalam megelola sumber daya, sumber dana, sumber belajar dan mengalokasikannya sesuai dengan prioritas kebutuhan, serta lebih tanggap terhadap kebutuhan setempat.

KTSP adalah suatu ide tentang pengembangan kurikulum yang diletakan pada posisi yang paling dekat dengan pembelajaran, yakni sekolah dan satuan pendidikan. Pemberdayaan sekolah dan satauan pendidikan dengan memberikan otonomi yang lebih besar, di samping menunjukan sikap tanggap pemerintah terhadap tuntunan masyarakat juga merupakan sarana peningkatan kualitas, efisisen, dan pemerataan pendidikan. KTSP merupakan salah satu wujud reformasi pendidikan yang memberikan otonomi kepada sekolah dan satuan pendidikan untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan potensi, tuntunan, dan kebutuhan masing-masing. Otonomi dalam pengembangan kurikulum dan pembelajaran merupakan potensi bagi sekolah untuk meningkatkan kinerja guru dan staf sekolah, menawarkan partisipasi langsung kelompok-kelompok terkait, dan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pendidikan, khususnya kurikulum. Pada sistem KTSP, sekolah memiliki “full authority and responsibility” dalam menetapkan kurikulum dan pembelajaran sesuai dengan visi, misi, dan tujuan tersebut, sekolah dituntut untuk mengembangkan strategi, menentukan prioritas, megendalikan pemberdayaan berbagai potensi seklah dan lingkungan sekitar, serta mempertanggunngjawabkannya kepada masyarakat dan pemerintah.

Dalam KTSP, pengembangan kurikulm dilakukan oleh guru, kepala sekolah, serta Komite Sekolah dan Dewan Pendidikan. Badan ini merupkan lembaga yang ditetapkan berdasarkan musyawarah dari pejabat daerah setempat, komisi pendidikan pada dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD), pejabat pendidikan daerah, kepala sekolah, tenaga pendidikan, perwakilan orang tua peserta didik, dan tokoh masyarakat. Lembaga inilah yang menetapkan kebijakan sekolah berdasarkan ketentuan-ketentuan tentang pendidikna yang berlaku. Selanjutnya komite sekolah perlu menetapkan visi, misi, dan tujuan sekolah dengan berbagai implikasinya terhadap program-program kegiatan opersional untuk mencapai tujuan sekolah.

Tujuan KTSP
Secara umum tujuan diterapkannya KTSP adalah unutk memandirikan dan memberdayakan satuan pendidikan melalui pemberian kewenangan (otonomi) kepada lembaga pendidikan dan mendorong sekolah untuk melakukan pengambilan keputusan secara partisipatif dalam pengembangan kurikulum.

Secara khusus tujuan diterapkannya KTSP adalah untuk:
  1. Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemnadirian dan inisiatif sekolah dalam mengembangkan kurikulum, mengelola dan memberdayakan sumber daya yang tersedia.
  2. Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam mengembangankan kurikulum melalui pengembalian keputusan bersama
  3. Meningkatkan kompetesi yang sehat antar satuan pendidikan yang akan dicapai.

Memahami tujuan di atas, KTSP dapat dipandang sebagai suatu pola pendekatan baru dalam pengembangan kurikulum dalam konteks otonomi daerah yang sedang digulirkan sewasa ini. Oleh Karen itu, KTSP perlu diterapkan oleh setiap satuan pendidikn, terutama berkaitan dengan tujuh hal sebagi berikut.
  1. Sekolah lebih mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman bagi dirinya sehingga dia dapat menoptimalkan pemanfaatan sumberdaya yang tersedia untuk memajukan lembaganya.
  2. Sekolah lebih mengetahui kebutuhan lembaganya, khususnya input pendidikan yang akan dikembangkan dan didayagunakan dalam proses pendidikan sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan peserta didik.
  3. Pengambilan keputusan yang dilakukan oleh sekolah lebih cocok untuk memenuhi kebutuhan seklah karena pihak sekolahlah yang paling tahu apa yang terbaik bagi sekolahnya.
  4. Keterlibatan semua warga seklah dan masyarakat dalam pengembangan kurikulum menciptakan transparansi dan demokrasi yang sehat, serta lebih efesien dan efektif bilamana dikontrol oleh masyarakat sekitar.
  5. Sekolah daapt bertanggung jawab tentang mutu pendidikan masing-masing kepada pemerintah, orangtua peserta didik, dam masyarakat pada umumnya, sehingga dia akan berupaya semaksimalkam mungkin unutk melaksanakna dan mencapai sasaran KTSP.
  6. Sekolah dapat melakukan persaingan yang sehat dengan sekolah-sekolah lain untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui upaya-upaya inovatif dengan dukungan orangtua peserta didik, masyarakat, dan pemerintah daerah setempat.
  7. Sekolah dapat secara cepat merespon aspirasi masyarakat dan lingkungan yang berubah dengan cepat, serta mengakomodasikannya dalam KTSP.

Landasan KTSP
  1. UU No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
  2. PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
  3. Permendiknas No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi
  4. Permendiknas No. 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan
  5. Permendiknas No. 24 Tahun 2006 tentang pelaksanaan Permendiknas No. 22 dan 23 Tahun 2006

Ciri-ciri KTSP
  1. KTSP memberi kebebasan kepada tiap-tiap sekolah untuk menyelenggarakan program pendidikan sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah, kemampuan peserta didik, sumber daya yang tersedia dan kekhasan daerah.
  2. Orang tua dan masyarakat dapat terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran.
  3. Guru harus mandiri dan kreatif.
  4. Guru diberi kebebasan untuk memanfaatkan berbagai metode pembelajaran.


Sumber Buku: 
Mulyasa, E. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, (Bandung; Remaja Rosdakarya, 2007

Jumat, 07 Januari 2011

RPP dan Silabus

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Silabus merupakan sebuah keharusan yang dimiliki oleh seorang pengajar baik, karena dengan adanya RPP dan Silabus ini seorang pengajar dapat terarah dalam memberikan pengajaran kepada murid-muridnya sehingga tidak keluar dari koridor pembelajaran pada saat kegiatan belajar mengajar. Oleh karena itu Anda dapat mendownload RPP dan Silabus dibawah ini :

Download:
Link :
RPP dan Silabus SD / SMP
http://www.4shared.com/file/QBPeJZ71/silabus_dan_rpp_SD__SMP.html

RPP dan Silabus Bahasa Indonesia SD Kelas 1 - 6
http://www.4shared.com/document/ySt3dXWp/Silabus__RPP_SD_Bahasa_Indones.html

RPP dan Silabus Pendidikan Agama Islam SD Kelas 2, 6

http://www.4shared.com/document/tKyjj_xS/PG_PAI_6_SD_RPP.html
http://www.4shared.com/document/Ibck3Ro3/PG_PAI_2_SD_RPP.html


RPP dan Silabus IPS SD Kelas 1 - 6

http://www.4shared.com/document/tYUu-8Mo/Silabus_-_Rpp_SD_IPS_SD_1.html
http://www.4shared.com/document/CFUnZm1l/Silabus__RPP_SD_IPS_2B.html
http://www.4shared.com/document/cDp2jvFr/Silabus_-_Rpp_SD_IPS_SD_3.html
http://www.4shared.com/document/2EykzBu1/Silabus_-_Rpp_SD_IPS_SD_4.html
http://www.4shared.com/document/ycBg5IuT/Silabus_-_Rpp_SD_IPS_SD_5.html
http://www.4shared.com/document/i52S3j-C/Silabus_-_Rpp_SD_IPS_SD_6.html


RPP dan Silabus IPA SD Kelas 1 - 6

http://www.4shared.com/document/_ioaV0Xk/Silabus__RPP_SD_IPA_1.html
http://www.4shared.com/document/sSWPyrmv/Silabus__RPP_SD_IPA_2.html
http://www.4shared.com/document/NT2M4IlT/Silabus__RPP_SD_IPA_3B.html
http://www.4shared.com/document/-brHLjAy/RPP_SD_Dunia_IPA_SD_4.html
http://www.4shared.com/document/0LG-rKsd/Silabus__RPP_SD_IPA_5A.html
http://www.4shared.com/document/Pcnvvpy0/Silabus__RPP_SD_IPA_6B.html

RPP dan Silabus Matematika SD Kelas 1 - 6

http://www.4shared.com/document/-OX7LXqy/Silabus__RPP_SD_Matematika_1A.html
http://www.4shared.com/document/UuKByUiL/Silabus_-_RPP_SD_DuniaMatemati.html
http://www.4shared.com/document/LzuEzAzL/Silabus_-_RPP_SD_DuniaMatemati.html
http://www.4shared.com/document/NQXIKHky/Silabus__RPP_SD_Matematika_4A.html
http://www.4shared.com/document/_PMhUXKA/Silabus__RPP_SD_Matematika_5B.html
http://www.4shared.com/document/Xlvqw9Mu/Silabus__RPP_SD_Matematika_6A.html

RPP dan Silabus PKN SD Kelas 1 - 6

http://www.4shared.com/document/W8DnNi1i/Silabus__RPP_SD_PKN_1.html
http://www.4shared.com/document/UecbOfcz/Silabus__RPP_SD_PKN_2.html
http://www.4shared.com/document/MgsrOjgz/Silabus__RPP_SD_PKN_3.html
http://www.4shared.com/document/l56S1dD8/Silabus__RPP_SD_PKN_4.html
http://www.4shared.com/document/sppS3798/Silabus__RPP_SD_PKN_5.html
http://www.4shared.com/document/PIlx7Q4T/Silabus__RPP_SD_PKN_6.html


RPP dan Silabus Bahasa Inggris Kelas 4 - 6

http://www.4shared.com/document/VTn1Re_j/Silabus__RPP_SD_Bahasa_Inggris.html
http://www.4shared.com/document/dEXINH6y/Silabus__RPP_SD_Bahasa_Inggris.html
http://www.4shared.com/document/4f1hGYdN/Silabus__RPP_SD_Bahasa_Inggris.html

Minggu, 02 Januari 2011

Informasi Kemndiknas

Kemdiknas Sosialisasikan BOS 2011



Jakarta - Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Mandikdasmen), Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) menyosialisasikan mekanisme baru penyaluran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) 2011 di Hotel Sahid, Jakarta, pada Selasa (28/12). Direktur Jenderal Mandikdasmen Suyanto menjelaskan, dana BOS yang selama ini dianggarkan di Kemdiknas, akan disalurkan langsung dari kas negara ke kas daerah. Setelah itu, langsung ke rekening sekolah dengan mengikuti mekanisme APBD.

Suyanto menyampaikan, mekanisme baru tidak mempengaruhi prinsip dasar pengelolaan dana BOS di sekolah. Dana BOS tidak terlambat disalurkan ke sekolah setiap triwulannya. Penyaluran dana BOS dalam bentuk uang tunai, tidak dalam bentuk barang, tepat jumlah, dan tepat sasaran. Dana BOS tidak digunakan untuk kepentingan di luar biaya operasional sekolah. Dan, petunjuk pelaksanaan/penggunaan tetap berpedoman pada panduan Kemdiknas.

"Pengalihan penyaluran bukan berarti sebagai pengganti kewajiban daerah untuk penyediaan BOSDA; Penyaluran dana BOS ke sekolah tidak perlu menunggu pengesahan APBD. Di samping menyediakan BOSDA daerah harus menyediakan dana untuk manajemen tim BOS, termasuk monitoring dan evaluasi. Juga, kewenangan mengelola dana BOS tetap berada di sekolah (prinsip manajemen berbasis sekolah)," ucap Suyanto.

Untuk menjamin akuntabilitas pelaksanaan BOS di tingkat sekolah, telah disusun buku panduan pengelolaan BOS. Selain didistribusikan, isi buku disosialisasikan ke seluruh sekolah. Pelatihan perencanaan dan pengelolaan dana BOS di tingkat sekolah pun diadakan.

Peningkatan pengawasan oleh komite sekolah dan oleh Inspektorat Daerah, Itjen, BPKP, BPK dan masyarakat. Penguatan pemantauan dan evaluasi oleh Kemdiknas dan Dinas Pendidikan. Sedangkan penguatan unit pelayanan dan pengaduan masyarakat untuk BOS 2011 melalui layanan bebas pulsa 177. Lalu, diterapkan sanksi bagi yang melakukan penyimpangan.

Acara sosialisasi ini diikuti sekitar 1.000 orang peserta. Mereka adalah para kepala dinas pendidikan provinsi, kabupaten dan kota. Juga, pejabat pengelola keuangan daerah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Cilegon, Ratu Ati, seusai pembukaan sosialisasi mengatakan, mekanisme anyar ini merupakan sebuah terobosan yang mudah-mudahan sinkronisasi dan sinergi daerah dengan pemerintah pusat akan lebih baik. Jadi, keberadaan BOS ini betul-betul bisa dimaklumi oleh pemerintah daerah, dan misalnya kalau ada kekurangan pemerintah daerah akan membantu sehingga lebih eksis lagi. "Kebetulan kami di Cilegon sudah melakukan pendidikan gratis, tetapi dengan adanya pola ini kita akan semakin tahu peran pemerintah daerah akan lebih baik lagi," katanya. (Nasrul)

Sumber : http://www.kemdiknas.go.id/list_berita/2010/12/sosialisasi.aspx

Sabtu, 01 Januari 2011

SDS++

Sistem Informasi Manajemen Pendidikan
SDS++ (Sistem Database Sekolah)

Penguasaan EMIS mencakup aktivitas yang meliputi: (i) pengembangan dan penguatan komunikasi antara sekolah/madrasah, Pengawasan Sekolah TK/SD/MI dari UPTD/KCD terkait, serta Kepala Dinas/Bagian Data dan Informasi dari Dinas Pendidikan dan Kandepag; (ii) penyediaan dukungan teknis dan konsultan ICT yang akan memberikan pelatihan baik di tingkat sekolah/madrasah, UPTD/KCD, maupun Dinas Pendidikan dan Kandepag; (iii) dukungan teknis, pelatihan, dan fasilitasi sistem database sekolah/madrasah (SDS++) dan proses sinkronisasi data sekolah/madrasah untuk UPTD/KCD serta Dinas Pendidikan dan Kandepag; serta (iv) pelaksanaan monitoring dan evaluasi kegiatan.
Secara khusus, ditingkat sekolah/madrasah dukungan teknis, pelatihan, dan fasilitasi sistem database sekolah/madrasah (SDS++) mencakup modul-modul: (i) Laporan Bulanan Sekolah (LBS), (ii) Profil Sekolah untuk Rencana Kerja Sekolah/Madrasah (RKS/RKM), (iii) Renacan Kerja Tahunan (RKT dan RKAS/RKAM), (iv) Lembar Individu PadatiWeb (LI-SD), (v) Pelaporan Biaya Operasional Sekolah, serta (vi) Laporan Mutu Sekolah (School Report Card - SRC).

Sumber: DBE-SDS++

Kamis, 23 Desember 2010

Penyerahan Raport

Penyerahan Raport
Semester I Tahun Pelajaran 2010/2011



Inilah gambar keceriaan anak-anak SD NEGERI 4 PAMURUYAN setelah menerima hasil kerja kelasnya selama semester 1 akan tetapi mereka masih harus berjuang untuk mendapatkan prestasi dan nilai yang gemilang disemester 2.


Cita-cita adalah suatu impian dan tujuan yang mereka akan raih dimasa yang akan datang, demi terwujudnya sebuah keinginan yang mulia. Sebagai siswa harus senantiasa belajar, dan berikhtiar dan berdo'a kepada Allah SWT supaya terwujudnya sebuah cita-cita yang dinginkan, sehingga ilmu yang kita dapat berguna bagi bangsa dan agama.
Gapai teruslah cita-citamu walapun itu setinggi gunung....? belajar, ikhtiar, berdo'a, dan hormati Orang Tua mu... Semoga Allah SWT mengabulkan segala apa yang dicita-citakan oleh kalian. Amin...
 ( Gambar Kelas VI - Tri Rohnawati S, S.Pd. )
( Gambar Kelas V - Tatin Kartini, S.Pd. )

( Gambar Kelas IV - Fitri Feryanti, S.Pd.I )

 Pengumuman :

Libur dari Tanggal 24 Desember 2010 s.d 09 Januari 2011
Masuk Sekolah Tanggal 10 Januari 2011


Selamat Libur Sekolah, Tapi Ingat Jaga Kesahatan dan Belajar



Hari Ibu

SELAMAT HARI IBU


Kasihilah Ibumu dengan Sepenuh Hatimu

I Love You Mom


“Dan Kami perintahkan kepada manusia (untuk berbakti kepada) kedua orangtuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun maka bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orangtuamu dan hanya kepada-Kulah kembalimu.“ 
(QS. Luqman: 14)

Ibu, ketika kita mendengar dan mengucapkan nama Ibu banyak sekali cerita dan kasih sayangnya yang mungkin kita sebagai seorang anak tidak bisa digambarkan atas kasih sayangnya terhadap kita sebagai seorang anak. Bagaimana pun kita ingin membalas budi dari seorang sosok Ibu, balas budi itu tidak akan terbanyar sampai kapan pun karena Ibu adalah yang melakukan segala sesuatu dengan hati yang tulus dan ikhlas. Ucapan-ucapan yang baik selalu beliau katakana kepada anak-anaknya demi terbentuknya suatu karakter anak yang baik, untuk menuju keinginan seorang Ibu menjadikan anak-anak yang sholeh.
Oleh karena semenjak, tubuh ini masih bernafas dan anggota tubuh ini masih berfungsi dan dapat melakukan sesuatu hal yang bermanfaat, mulai lah dari sekarang muliakan ibumu, hormati, bahagiakan dan berbuat baiklain kepada ibumu.


Selasa, 21 Desember 2010

Gugus 4 Pamuruyan

Rapat Gugus 4 Pamuruyan




Pada hari Selasa tanggal 21 Desember 2010 di SD Negeri 4 Pamuruyan diakannya rapat pertemuan dengan sekolah-sekolah yang terkelompok dalam Gugus 4 Pamuruyan, yang dihadiri 59 orang tenaga pengajar. Pertemuan ini adalah upaya dalam meningkatkan kompetensi tenaga pengajar, dan terbentuknya kategori Gugus yang Bermutu.
Adapun Laporan Ketua Gugus 4 Pamuruyan Bapak Risman, S.Pd.,M.Si menyampaikan beberapa hal sebagai berikut :
  • Kualitas pendidikan masih berjalan ditempat
  • Guru Profesional adalah guru yang mampu menerapkan pembelajaran yang optimal
  • Melaksanakan hak dan kewajiban yang seimbang
  • Memberdayakan Gugus
  • Gugus bermutu yang pertam adalah Gugus I Cibadak di Kab. Sukabumi.
  • KKG pada gugus bermutu, guru yang benar-benar memiliki dedikasi yang tinggi (Pertamuan dalam 1 tahun sebanyak 16 kali).
  • KKKS bermutus harus ada/terdiri dari 40 kepala sekolah.
  • Dan anggaran Gugus bermutu memerlukan biaya yang cukup besar.


Drs. Ahmad Rohendi menyampaikan beberapa hal yang berkaitan mengenai Program Kerja Gugus 4 Pamuruyan. Guru Profesional adalah guru yang memiliki kemampuan Pendagogik, Keperibadian, Sosiologis, Profesional. Adan juga beberapa materi dalam KKG yang belum terpenuhi dan belum dimiliki seperti, Leson Studi, PHBK, Indentifikasi Masalah, Jurnal, Kajian Kritis, Induksi, RPP, PTK, Proposal, Refleksi, BBM ( Bahan Belajar Mandiri ), ICT ( Guru Wajib memiliki Laptop ), BBM Kompetensi, Instrument Penilaian, Observasi Pembelajaran, Guru Pemula ( Induksi ).




Senin, 06 Desember 2010

Berenang Yu?


Keceriaan Anak-Anak SDN 4 Pamuruyan Ketika Berenang


Ini foto keceriaan anak-anak SD Ku

( Gambar 1 )

( Gambar 2 )

( Gambar 3 )

( Gambar 3 )

Ini Video Keceriaan anak-anak SD Ku

( Video 1 )

( Video 2 )


Prestasi SD Ku



PROFIL PRESTASI SD KU
SD NEGERI 4 PAMURUYAN KEC. CIBADAK – KAB. SUKABUM


2003    Juara I    Putra    L 2 SD IV SLTP Pembangunan Tingkat Kec. Cibadak
            Juara II   Putra    L 2 SD IV SLTP Pembangunan Tingkat Kec. Cibadak
            Juara III Putri    L 2 SD IV SLTP Pembangunan Tingkat Kec. Cibadak

2004    Juara II Putra    L 2 SD IV SMP Pembangunan Tingkat Kec. Cibadak
            Juara III Putri    L 2 SD IV SMP Pembangunan Tingkat Kec. Cibadak
            Juara III            Lomba Mengayam 2 Dimensi Tingkat SD Hardiknsa 2004 Kec. Cibadak
            Juara I              Lomba Sinopsis Tingkat SD Hardiknas 2004 Kec. Cibadak

2005    Juara I        Festival Sepak Bola antar SD Ku – 12 SSB Siliwangi Koni Kec. Cibadak
            Trophy Bergilir Camat Cibadak Festival Sepk Bola antar SD Ku – 12 SSB Siliwangi Cup 2005
            Kec. Cibadak

2006    Juara III    Lomba Menyulam Pekan Kreativitas Siswa Tingkat Kec. Cibadak
            Juara I      Mata Pelajaran Mengayam Kerjasama Pekan Kreativitas Siswa Tingkat SD
            se-Kec. Cibadak
   
2007    Juara III   Lomba Gerak Jalan Santai Tingkat SD HUT Proklamasi Ke-62 RI Tingkat Kec. Cibadak
            Juara III   PIILDACIL HUT Proklamasi Ke-62 Tingkat Kec. Cibadak
            Juara II    PILDACIL HUT Proklamasi Ke-62 Tingkat Kec. Cibadak

2008    Juara II    Senam SKJ’ 2008 Pekan Kreativitas Siswa Tingkat Kec. Cibadak
            Juara III   Lomba Nasyid pada SAPTA Lomba PAI Tingkat se-Kec. Cibadak

2009    Juara III   Lomba Gerak Jalan Santai Putri HUT Proklamasi ke-64 RI Tingkat Kec.Cibadak
            Juara I     FUTSAL HUT Proklamasi ke-64 RI Tingkat Kec. Cibadak
            Juara II    Lomba Tumpeng HUT PGRI ke-64 Tingkat Kec. Cibadak
            Juara Umum    Kegiatan Memperingati HUT PGRI ke-64 Tingkat Kec. Cibadak
            Juara III    Paduan Suara HUT PGRI ke-64 Tingkat Kec. Cibadak
            Piala Bergilir Turnamen Bola Futsal Mardi Yuana (MY) Cup antar SD/MI se-Kec. Cibadak
   
2010    Juara I     Turnamen Bola Futsal Mardi Yuana (MY) Cup 2 antar SD/MI Kec. Cibadak
            Juara II    Paduan Suara HUT PGRI ke-65 Tingkat Kec. Cibadak
            Juara I     Bola Voli HUT PGRI kec-65 Tingkat Kec. Cibadak

Selasa, 19 Oktober 2010

Renungan Guru

Tipe Guru Dumasar Kana Filosofi Tukang Nguseup




Tipe ka- 1 GURU NU NEGER
  1. Jeujeurna ku awi ( maranganani atawa regang )
  2. Eupanna cacing
  3. Kadang elukna oge cukup ku panitik tara ku useup
  4. Sanggeus useupna dieupanan langsung ditegerkeun Dicecebkeun kana taneuh di tempat nu dikira-kira Aya laukna
  5. Ngala lauk ku cara neger ampir sarua jeung ngala lauk Ngagunakeun bubu
  6. Ceb, cul bae ditinggalkeun, aya lauk nu nyangut syukur,Henteu wae kajeun

Tipe ka- 2 GURU NGUREK
  1. Ngurek nyaeta ngala belut ngagunakeun alat anu bentukna samodel useup
  2. Biasana tali urek dijieun tina senar atawa kenur nu kuat, malah dijieuna dirara dialus-alus
  3. Eupanna mah angger cacing sakapeung bancet ( anak bangkong hejo )
  4. Sanggeus urek dieupanan terus diasupkeun kana liang belut, malah ngasupkeuna oge digerekeun make perasaan, peler peureum beunta
  5. Jarang kajadian nu ngurek urekna dileupaskeun tapi umumna dicekel da bisi kabolosan disangut belut
  6. Giliran disangut meuni pabetot-betot, nu ngurek jeung belut patarik-tarik ngabetot
  7. Menunang belut badag atoh kacida, nu leutik ge tetep diarah, da pajar the nu gede pungkil dagingna, nu leutik sok garing digorengna.
  8. Mun kabeneran belut nu nyangut leupas deui atawa lesot, liang belut nepi ka dikukuy, malah mun perlu mah galeng batur ge ditugar sangkan belutna beunang.

Tipe ka-3 GURU NU NGUSEUP DI BALONG
  1. Jeujeurna alus, hargana oge ratusan rebu
  2. Alat-alat nu laina oge marahal, useupna Eupana diracik tina mangpirang-pirang bahan nu araneh nur
  3. Mahal hargana, keju, tuna, endog, mede, kakap, tangiri, esen, Malah nu nguseupna oge can tangtu pernah ngadahar bahan eupan eta disaluyukeun jeung ukuran lauk nu rek diala
  4. Persiapan rek nguseup di balong mah estuning sagala diayakeun, bebekelan dahareun, payung, topi, pakean, Wadah lauk, korsi
  5. Giliran der keur nguseup, pasti jeujeur jeung kukumbul terus-terusan diponcongok da sieun kapalingan disangut lauk. Hujan jeung panas belaan dipayungan
  6. Mun kabeneran disangut meuni eak-eakan surk, komo lamun meunang Lauk nudipikahayang boh jenisna, ukuran gedena atawa warnana

Ari Urang ayeuna ka asup tipe guru nu mana ?


Dongeng

Obrolan Warung Kopi

A : Pada tahun 1760 seorang ahli teknik bangsa Inggris yang bernama James Watt telah berhasil menciptakan…
B : Deblo … mula-mula singkong dikupas dengan pisau yang tajam, setelah singkong dikupas, lalu dimasukkan kedalam…
C : Telinga bayi.. harus diutamakan kesehatannya, ibu yang rajin akan menciptakan anak menjadi yang sehat dan telinga bayi tersebut harus diberi….
D : Cuka… baik cuka kawung maupun cuka karet itu semua merupakan bahan untuk membuqat…
A : Motor gas… dengan bahan bakar bensin dan kemudian juga dengan bahan bakar yang dimaksukkan ke dalam…
B : Boboko… terus singkong dicuci sampai bersih, jangan ada kotoran yang napel, eta teh berbahaya, maka singkong haraus digosok dengan…
C : Kapas… hati-hati jangan terlalu besar, nanti bisa merusak telingan anak. setelah itu bayi…
D : Buat petis… jangan lupa dicampur dengan cabe ditambah tarasi, karena tarasi….
A : Bisa menciptakan motor gas…. dibuat mesin kapal maka kapal harus…
B : Diseupan dina seeng… jangan lupa turub supaya singkong cepet matang. setelah singkong matang harus pakai…
C : Bedak… bayi akan senang memakai bedak, setelah bayi memakai bedak langsung…
D : Diiris… setelah cabe ditumbuk langsung…
C : Dimasukkan ke dalam mata anak… dan bayi tersebut…
B : Ditutu dina dulang pakai halu… supaya singkong jadi deblo, maka harus dicampur dengan…
D : Bangkuang dan kadongdong…. juga baik….
C : Untuk makanan bayi… bayi akan merasa nyaman apabila..
B : Digoreng dina katel… pake mecin dan ditambah…
A : Lokomotif… yang akan….
B : Menjadi Deblo….

Karya : Risman, S.Pd.,M.Si.
Kingkilaban 2004

Minggu, 03 Oktober 2010